Cerita Sex Perkenalan di Tempat Fitnes (Part 1)

gerbongdewasa168 situs blog yang memberikan sajian cerita dewasa 18+, Cerita Sex Terbaru, Cerita Mesum Terhangat, Cerita Dewasa Ngentot, Foto Bugil Terbaru, Foto Sex Tante, ABG, Memek Secara Terupdate dan selalu baru. Cerita Dewasa Terbaru 2017 - Cerita Sex Terbaru - Cerita Panas Terbaru - Cerita Mesum Terbaru - Foto Bugil Terbaru - Foto Cewek Hot Terbaru - Foto Mesum Terbaru - Cerita Sex Perkenalan di Tempat Fitnes - dan Seputar Dewasa Terbaru 2017

Cerita Sex Perkenalan di Tempat Fitnes
Cerita Sex Perkenalan di Tempat Fitnes (Part 1)

Suatu hari cuti saya di Bandung, saya menyempatkan diri untuk fitnes, menjaga kondisi tubuh saya. Saya kerja di Jakarta, di sebuah event organizer ternama. Hampir setiap dua hari sekali sehabis pulang kerja saya fitnes di sebuah hotel, dengan peralatan fitnes yang lengkap. Maklum, pekerjaan saya membutuhkan vitalitas tinggi. Maka walaupun libur di Bandung, atau tepatnya pulang ke kampung halaman, saya tidak pernah melewatkan olahraga.

Oh ya, nama saya Ardi, usia saya 29 tahun, dan belum menikah. Tentunya hal ini merupakan keuntungan untuk bisa menikmati masa bujang lebih lama, having fun dan get a life. Sebenarnya tujuan fitnes saya awalnya hanya iseng, ingin melihat wanita-wanita seksi berpakaian ketat di gym, tapi akhirnya terasa manfaatnya, otot perut saya rata, bisep dan trisep terbentuk, hingga membuat saya lebih percaya diri. Tapi tentunya kegiatan saya ngeceng wanita berpakaian seksi tidak pernah kulewatkan. Sambil menyelam minum air, hehehee.

Saya membiasakan tidak langsung pulang ke rumah saya. Satu hari cuti, saya manfaatkan untuk menikmati Bandung sendirian, daripada dengan orang-orang rumah. Orang tua saya termasuk old fashion, yang penuh dengan aturan ketat, walaupun saya sadar hal itulah yang dapat membuat saya hidup mandiri.

Hari itu masih sore, sekitar pukul 16.30. Setelah saya check in dan beristirahat sebentar, saya manfaatkan fasilitas fitnes gratis di hotel itu. Saya mulai mengganti baju dengan celana pendek dan t-shirt tanpa lengan. Ketika saya memasuki ruang fitnes, saya melihat sekeliling, masih agak kosong. Hanya ada beberapa pria di beberapa alat. Hmm, this is not my lucky day, pikirku sambil berjalan menuju sepeda statis. Saya kayuh sepeda itu sekitar lima menit dan beralih ke beberapa alat lainnya.

Sepuluh menit menjelang pukul lima sore, satu, dua wanita masuk. Ok, this isn’t my unlucky day after all. Saya makin semangat menarik beban. Diikuti beberapa wanita lainnya, yang tentunya berpakain senam, warna-warni, ada yang memakai celana panjang cutbray dan kaos ketat, short pants dan atasan model sport bra, menambah indahnya pemandangan tempat fitnes tersebut. Beberapa di antara mereka ada yang duduk, ada yang ngobrol, cekikikan, dan mencoba beberapa alat. Oh, mungkin mereka mau ber-aerobic, pikirku.

Betul saja ketika seorang wanita berpakaian seperti mereka masuk dan menotak-ngatik tape compo, dan terdengarlah suara musik house dengan tempo cepat. Masing-masing mereka menyusun barisan dan mulai bergerak mengikuti instruktur. Gerakan demi gerakan mereka ikuti. Masih pemanasan.

Tiba-tiba seorang wanita masuk, sangat cantik dibanding mereka, tinggi 165 kira-kira, rambut panjang diikat buntut kuda, memakai pakaian senam bahan lycra mengkilat warna krem dengan model tank top dan g-string di pantatnya. Bongkahan pantatnya tertutup lycra ketat warna krem lebih muda, sehingga menyerupai warna kulit tangannya yang kuning langsat hingga kaki yang tertutup kaos kaki dan sepatu. Woow, sangat seksi.

Tak sengaja saya lihat bagian dadanya karena handuk yang menggantung di pundak ditaruhnya dikursi dekat dengan alat yang saya pakai. Tonjolan putingnya terlihat jelas sekali, menghiasi tonjolan indah yang kira-kira 36b ukurannya. Dia sedikit melirik ke arah saya, lalu akhirnya mencari barisan yang masih kosong dan mengikuti gerakan instruktur.

Dada saya berdegup kencang pada saat dia melirik walaupun hanya sedetik.
Gerakan demi gerakan instruktur diikutinya, mulai dari gerakan pemanasan hingga gerakan cepat melompat-lompat sehingga bongkahan payudaranya bergerak turun naik. Batang sayau mulai membengkak seiring dengan lincahnya gerakan si dia. Mata saya terus tertuju pada si dia. Posisi saya kebetulan sekali membentuk 45 derajat dari samping kirinya agak ke belakang. Hmm betapa beruntungnya diriku.

Hingga akhirnya dia melakukan gerakan pendinginan. Keringat membasahi bajunya, tercetak jelas di punggung dan dadanya, sehingga tonjolan puting itu terlihat jelas sekali, ketika dia memutar badan ke kiri dan ke kanan. Saya dibuat malu ketika saya memperhatikan dia dan dia memperhatikan saya lewat pantulan kaca cermin yang berada di depannya ketika saya mengalihkan pandangan ke kaca. Dia tersenyum kepada saya lewat pantulan cermin.

Entah berapa lama dia memandang saya sebelum saya sadar dipandangi. Saya langsung memalingkan muka dan beranjak dari alat yang saya pakai. Saya segera berganti pakaian untuk berenang. Segera saya menceburkan diri untuk mendinginkan otak. Dua atau tiga balikan saya coba berganti gaya hingga akhirnya balikan ke empat gaya punggung, kepala saya menabrak seseorang dan terjatuh menyelam ke air.

Sama-sama kami berbalik dan setelah berbalik saya sadar yang saya tabrak adalah pantatnya si dia yang telah berganti pakaian renang, potongan high cut di pinggul dengan warna floral biru yang seksi. Kini tonjolan putingnya tersembunyi dibalik cup baju renangnya, membuatku sedikit kecewa.

“Eh, maaf Mbak, nggak kelihatan, habis gaya punggung sih” kata saya meminta maaf.

“Nggak kok Mas, saya yang salah, nggak lihat jalur orang berenang”, jawabnya sambil mengusap muka dan rambutnya ke belakang.

Dia tersenyum kembali ke arah saya, sambil lirikan matanya menyapu dari muka hingga bagian pusar saya.

“Kenalan dong, saya Ardi”, katsaya sambil menyodorkan tangan.

Dijabatnya tangan saya sambil berkata ”Lisa, lengkapnya Melisa”, jawabnya.

Kami menepi ke bibir kolam, sambil mencelupkan diri sebatas leher masing-masing. Kami duduk bersampingan.

“Baru disini Mas?”, Lisa mulai lagi membuka pembicaraan.

“Iya, tapi jangan panggil Mas, Ardi aja cukup kok. Saya asli Bandung, tapi memang baru pertama kesini, saya kerja di Jakarta. Kamu Lis?”, saya balik bertanya.

“Saya asli Bandung juga, kerja di bank, jadi CS. Deket sini kok, seberangan. Saya biasa aerobic dan renang disini, dua hari sekali, yang ada jadwal aerobicnya saja”.

Pembicaraan kami berkembang dari hal kerjaan mengarah ke hal-hal yang lebih pribadi. Lisa baru putus dengan pacarnya, kira-kira tiga minggu yang lalu. Keluarga pacarnya tidak setuju dengan Lisa dan pacarnya dijodohkan dengan orang lain pilihan keluarganya. Agak sedih Lisa bercerita hingga…

“Lis, balapan yuk ke seberang, gaya bebas”, ajakku.

“Hayo, .. siapa takut?”, jawabnya.

Kami berdua berlomba sampai sebrang. Saya sedikit curang dengan mendorong bahunya ke belakang sehingga Lisa sedikit tertinggal. Pada saat saya duluan di seberang.

“Ardi, kamu curang, kamu curang”, rengeknya sambil memukul-mukul tangan saya.

Saya tertawa-tawa dan bergerak mundur menjauhi Lisa. Dia mengejar saya, sampai akhirnya ”Byurr…”, saya terjatuh kebelakang. Kaki saya menyenggol kakiknya hingga dia pun terjatuh dan kami berdua tidak sengaja berpelukan. Dadanya yang empuk menyentuh dada saya, membuat batang saya kembali membengkak. Ketika sama-sama berdiri, kami masih berpelukan walau agak renggang.

Kami saling pandang, kemudian Lisa memeluk saya kembali. Kesempatan ini tidak saya sia-siakan dengan balas memeluknya. Udara Bandung yang dingin pada sore yang beranjak malam tersebut, menambah kuatnya pelukan kami. Batang saya yang sedari tadi mengeras menyentuh perut bagian bawahnya Lisa, atau tepatnya diatas kemaluan Lisa sedikit. Pantat Lisa bergerak mendorong, hingga batang saya geli terjepit antara perut Lisa dan perut saya. Berulang-ulang Lisa melakukan itu, sehingga darah saya berdesir.

“Emhh.”., Lisa bergumam.

Sadar saya berada di tempat umum, walaupun kolam renang agak sepi, hanya ada tiga orang selain kami, membuat saya agak sedikit melepaskan pelukan walau sayang untuk dilakukan.

“Lis, mending kita sauna yuk!”, ajak saya menetralkan suasana.

Lisa terlihat agak kecewa dengan sikap saya yang sengaja saya lakukan.

“Oke!”, jawabnya singkat.

Kami berdua mengambil handuk di kursi pinggir kolam, dan berjalan bersamaan, menuju ruang sauna yang tak jauh dari kolam renang. Terbayang apa yang dilakukan Lisa saat di kolam, membuat saya menerawang jauh menyusun rencana dengan Lisa selanjutnya.

“Kosong.”, kata saya dalam hati melihat ruang sauna.

Kami berdua masuk, dan saya sengaja mengambil tempat duduk dekat pintu, sehingga orang lain tidak dapat melihat kami beruda lewat jendela kecil pintu sauna.

“Lis…”, belum sempat saya bicara, Lisa mencium bibir saya.

Bibir kami saling berpagut melakukan french kiss. Penetrasi lidah Lisa di mulut saya, menunjukkan dia sangat berpengalaman. Tangan Lisa memegang dada saya, kemudian mengusap menyusuri perut hingga sampai pada batang saya yang sudah berdiri dari tadi. Lisa meremas batang saya yang masih terbungkus celana renang, sementara saya remas dua gunung montok. Betapa kenyal dan kencang sekali payudaranya.
Temperatur ruang sauna menambah panasnya hawa disana. Saya balik Lisa membelakangi saya. Saya ciumi tengkuknya, dan saya remas payudaranya

”Eemhh… Ardi… ahh…”, Lisa melenguh.

Saya susupkan tangan saya ke payudaranya, dari celah baju renangnya. saya pilin putingnya, dan membuat Lisa sedikit menjerit, dan menggelinjang. Untungnya ruangan sauna kedap suara.

“Ardi, aku butuh kamu Di, malam ini saja… ahh…”, Lisa berbisik di telinga saya, sambil masih saya mainkan putingnya.

“Lanjutin di kamarku yuk” ajakku.

Punggung Lisa menjauhi badan saya dan berbalik.

“Kamu check in di sini?”, tanyanya dengan muka sedikit gembira.

“Bukannya kamu …”

“Iya sayang”, sambil akhirnya saya tempatkan jari telunjuk saya di mulutnya.

Akhirnya saya jelaskan alasan saya. Satu-satu kami keluar dari ruang sauna. Lisa bergegas ke ruang ganti. Begitupun dengan saya. Setelah siap, Lisa menenteng tasnya dan kami pun berjalan bersamaan. Kami berjalan sambil memeluk pinggang masing-masing, layaknya sepasang kekasih yang sudah lama pacaran. Setelah mengambil key card dari recepsionist, kami naik ke kamar saya di lantai 2.

Setelah masuk, pintu saya tutup, dan langsung kami merebahkan diri di ranjang. Untung saya memilih tempat tidur sharing. Lisa masih memakai baju seragam banknya, lengkap dengan blazer, sepatu hak tinggi dan stocking hitam menggoda. Seksi sekali!
Lisa di bawah sementara saya diatasnya menciumi bibimnya. Sesekali saya jilat leher dan telinganya. Lisa meracau memanggil-manggil nama saya. Saya buka blazernya.

Dari blouse putih tipis yang masih menempel, terlihat jelas puting berwarna coklat menerawang. Hmm, sengaja tidak memakai bra pikirku. Saya buka kancingnya satu-persatu, lalu saya jilati dadanya. Lidah saya menyapu dua bukit kembarnya yang mengencang. Rambut saya diusapnya sambil dia melenguh dan memanggil nama saya berkali-kali. Sesekali saya gigit putingnya.




Cerita Dewasa Sex Perawan, Cerita Dewasa Sex SMA, Cerita Dewasa Sex Gangbang, Cerita Dewasa Sex SPG, Cerita Dewasa Sex ABG,Cerita Dewasa Sex Model, Cerita Dewasa Sex Suster, Cerita Dewasa Sex Mahasiswa, Cerita Dewasa Sex Mahasiswi, Cerita Dewasa Sex Threesome, Cerita Dewasa Sex Pembantu, Cerita Dewasa Sex Tante Girang, Cerita Dewasa Sex Salon++, Cerita Dewasa Sex Lesbi, Cerita Dewasa Sex Gay, Foto Hot ABG Terbaru, Foto Hot Model Terbaru, Foto Hot Mahasiswi Terbaru, Foto Hot Tante Terbaru, Cerita Sex Terbaru 2016, Cerita Mesum terbaru 2016, Cerita Dewasa Terbaru 2016, Dan Lain-lain.
Cerita Sex Perkenalan di Tempat Fitnes (Part 1) Cerita Sex Perkenalan di Tempat Fitnes (Part 1) Reviewed by Ratu Judi Online on 07.52 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.